Dalam lingkungan manufaktur, kebisingan sering dianggap sebagai bagian “normal” dari proses produksi. Padahal, tingkat kebisingan yang tidak terkontrol dapat berdampak langsung pada kesehatan pekerja, konsentrasi kerja, hingga keselamatan operasional. Mesin-mesin seperti Mesin CNC, kompresor, injection molding, press machine, hingga grinding system memiliki karakter suara yang berbeda, namun sama-sama berpotensi melampaui ambang batas aman jika tidak dikelola dengan baik.
Kesadaran terhadap tingkat kebisingan di area produksi bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan produktif.
Apa yang Dimaksud dengan Tingkat Kebisingan?
Tingkat kebisingan diukur dalam satuan desibel (dB). Semakin tinggi angka desibel, semakin besar tekanan suara yang diterima oleh telinga manusia. Paparan suara dengan intensitas tinggi dalam durasi tertentu dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen, kelelahan, hingga menurunnya fokus kerja.
Di area produksi, kebisingan biasanya bersifat kontinu (terus-menerus) atau impulsif (tiba-tiba dan keras), keduanya sama-sama berisiko jika melebihi standar yang direkomendasikan.

Standar Tingkat Kebisingan di Area Kerja
Berikut adalah gambaran umum standar kebisingan yang sering digunakan di lingkungan industri, mengacu pada praktik K3 dan regulasi ketenagakerjaan:
| Tingkat Kebisingan (dB) | Durasi Paparan Maksimal | Contoh Sumber Suara |
|---|---|---|
| 70 dB | Aman untuk paparan panjang | Percakapan normal, kantor |
| 85 dB | 8 jam per hari | Mesin produksi ringan |
| 90 dB | 4 jam per hari | CNC milling, kompresor |
| 95 dB | 2 jam per hari | Press machine, injection molding |
| 100 dB | 15 menit – 1 jam | Grinding, cutting berkecepatan tinggi |
| >105 dB | Sangat berbahaya | Hammering, impact process |
Sebagai catatan: Banyak regulasi K3 menetapkan 85 dB sebagai ambang batas aman untuk paparan kerja 8 jam. Di atas angka tersebut, penggunaan alat pelindung pendengaran menjadi kebutuhan wajib, bukan lagi pilihan.
Pengendalian Kebisingan: Dari Engineering hingga Alat Pelindung Diri
Untuk area produksi dengan tingkat kebisingan tinggi, penggunaan earmuff dan ear plug berkualitas menjadi langkah praktis dan efektif. Produk dari Blue Eagle dikenal luas di industri sebagai perlengkapan keselamatan yang dirancang untuk kebutuhan kerja berat.
Blue Eagle Earmuff cocok digunakan di area dengan kebisingan tinggi dan durasi kerja panjang. Desainnya membantu meredam suara secara konsisten, nyaman digunakan, dan mudah dipasang-lepas saat berpindah area kerja. Sementara itu, Blue Eagle Ear Plug menjadi solusi fleksibel untuk pekerjaan dengan mobilitas tinggi, praktis digunakan, dan efektif mengurangi paparan suara langsung ke telinga.
Kombinasi pemilihan alat pelindung yang tepat dan penerapan standar kebisingan yang baik akan membantu perusahaan menjaga kesehatan pekerja sekaligus memastikan operasional produksi tetap berjalan optimal.
Lihat Produk Kami: Earplug Blue Eagle


PT Mitrabaja Safetindo Perusahaan Penyedia Alat Pelindung Diri (APD)
Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sesuai standar K3, pemilihan alat pelindung diri tidak bisa dilakukan secara asal. Produk harus sesuai fungsi, nyaman digunakan, dan berasal dari penyedia yang memahami kebutuhan industri secara nyata.
PT Mitra Baja Safetindo hadir sebagai distributor dan penyedia alat pelindung diri (APD) untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk perlindungan pendengaran seperti Blue Eagle Earmuff dan Blue Eagle Ear Plug. Dengan pengalaman melayani sektor manufaktur dan operasional, MBS membantu memastikan setiap solusi keselamatan selaras dengan standar kerja dan kondisi lapangan.
Untuk informasi produk, konsultasi kebutuhan APD, atau penyesuaian perlengkapan keselamatan di area produksi, tim MBS siap menjadi mitra yang dapat diandalkan.







