Pada 28 Oktober 2010, pipa minyak milik PT Chevron Pacific Indonesia di Desa Manggala, Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau, mengalami kebocoran. Menurut BPMigas saat itu, penyebabnya adalah korosi pada pipa yang menyalurkan minyak ke kapal tanker di Pelabuhan Dumai.
Pipa baru dapat dioperasikan kembali setelah perbaikan. Kasus ini menunjukkan bahwa karat pada logam dapat berujung pada kebocoran dan gangguan operasional. Karena itu, mengenali jenis korosi pada logam menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan cara pencegahan yang tepat.
Bagaimana Korosi Pada Logam Bisa Terjadi?
Korosi terjadi ketika logam bereaksi dengan oksigen, air, atau zat kimia lain sehingga membentuk senyawa baru, seperti karat pada besi. Proses ini berlangsung perlahan dan mengurangi kekuatan serta ketebalan material. Kelembapan, suhu tinggi, kadar garam, polusi udara, dan paparan bahan kimia mempercepatnya.
Jenis Korosi yang Sering Ditemui
Berikut beberapa macam korosi yang paling umum terjadi pada logam di lingkungan kerja:

1. Korosi Merata (Uniform Corrosion)
Menyerang seluruh permukaan logam dengan laju yang relatif sama. Kerusakannya paling mudah diprediksi dan dipantau.

2. Korosi Sumuran (Pitting Corrosion)
Berupa lubang kecil yang dalam pada permukaan logam. Korosi ini berbahaya karena dapat menembus material tanpa terlihat jelas dari luar.

3. Korosi Celah (Crevice Corrosion)
Terjadi pada celah sempit seperti sambungan baut, gasket, atau sela antar pelat, tempat air dan kotoran terperangkap.

4. Korosi Galvanik
Muncul ketika dua logam berbeda bersentuhan dalam kondisi lembap. Logam yang lebih reaktif akan terkorosi lebih cepat, misalnya aluminium yang disambung langsung dengan baja.

5. Korosi Retak Tegang (Stress Corrosion Cracking)
Terbentuk akibat kombinasi tegangan mekanis dan lingkungan korosif. Retakan halusnya dapat berkembang mendadak dan menyebabkan kegagalan struktur.

6. Korosi Batas Butir (Intergranular Corrosion)
Menyerang batas antar butir kristal logam, sering terjadi pada stainless steel yang terkena panas berlebih saat pengelasan.
Cara Mencegah Korosi pada Logam
Dengan mengetahui jenis korosi yang berpotensi menyerang, langkah pencegahan dapat dipilih lebih terarah:
- Pelapisan (coating): gunakan cat anti karat, galvanisasi, atau lapisan epoksi sebagai penghalang.
- Pemilihan material: pilih stainless steel atau paduan tahan korosi untuk area ekstrem.
- Proteksi katodik: pasang anoda korban pada struktur terendam atau tertanam.
- Inspeksi berkala: periksa permukaan, sambungan, dan area tersembunyi agar kerusakan terdeteksi sejak dini.
- Pengendalian lingkungan: kurangi kelembapan, hindari genangan, dan atur ventilasi.
Korosi mengancam keawetan logam sekaligus keselamatan kerja. Dengan memahami jenis korosi beserta penyebabnya, perawatan dan pencegahan dapat dilakukan lebih efektif sehingga biaya perbaikan dan risiko kecelakaan dapat ditekan.
PT Mitra Baja Safetindo Supplier Material
Di PT Mitra Baja Safetindo, kami berkomitmen mendukung industri untuk mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.
Hubungi kami Mitra Baja Safetindo untuk konsultasi dan pembelian kebutuhan material lainnya.







